The Outline - Bergerak dalam Kerangka Tujuan
Setujukah kalau setiap apa pun yang kita lakukan harus memiliki tujuan? Kalau ya, berarti sepaham. Kalau ya, tidak apa-apa, karena sebagian orang memandang ada hal yang dilakukan tanpa harus ada tujuan yang pasti. Pokoknya jalani saja kehidupan.
Namun, sebagian besar yang saya temui dalam banyak situasi, setiap kegiatan membutuhkan tujuan. Belajar semisal karena ingin lulus. Bekerja semisal karena ingin mendapatkan kompensasi. Berjualan karena ingin mendapatkan keuntungan. Menulis karena ingin melihat artikel atau buku dihasilkan. Ini semua menujukkan kalau setiap aktifitas memiliki tujuan.
Tujuan dibuat berdasarkan visi masa depan. Pemikiran manusia itu memiliki kemampuan membayangkan masa depan. Sebuah bayangan tentang apa yang ingin diraih disebut visi. Bayangan ini akhirnya ditetapkan menjadi tujuan yang ingin diraih. Membayangkan kelulusan, penerbitan buku, pohon yang berbuah, gedung yang terbangun, semua adalah visi yang diserap menjadi tujuan yang ingin dicapai.
Untuk mencapai tujuan dibutuhkan outline atau kerangka untuk membentuknya. Sesuatu tidak terjadi dengan seketika. Ada proses yang dilaluinya. Tujuanpun demikian. Dia didekati dengan tahapan tahapan untuk mencapainya. Inilah peran outline atau kerangka. Semisalkan mengambil contoh artikel, maka kita bisa melihat bagian bagian dari artikel, lebih detil ke sub-bagian nya sampai pada ide ide kalimat utamanya. Itulah outline, kerangka. Cukup detil untuk membantu membayangkan apa yang dituju oleh pembuatnya.
Kerangka ini memberikan pedoman tentang apa yang dikerjakan dalam tahapan yang lebih detil. Inilah fungsinya dari kerangka. Dengan melihatnya, pelaksananya akan memiliki referensi yang jelas apa saja yang harus dibuat atau diwujudkan secara detil sehingga terbentuklah hasil akhir tujuan yang ingin dicapai. Tanpa pedoman, apa yang diwujudkan atau dibuat tentu menjadi subjektif, suka suka pembuatnya.
Sehingga aktifitas mencapai tujuan adalah tentang kegiatan mengisi ruang ruang antar kerangka. Kita menulis, kita melaksanakan, kita membangun, kita beraktifitas dengan satuan satuan dalam ruang di dalam kerangka. Sehingga bila terpenuhi semua kerangka, tercapailah apa tujuan kita sesuai dengan kerangka yang direncanakan.
Namun, sebagian besar yang saya temui dalam banyak situasi, setiap kegiatan membutuhkan tujuan. Belajar semisal karena ingin lulus. Bekerja semisal karena ingin mendapatkan kompensasi. Berjualan karena ingin mendapatkan keuntungan. Menulis karena ingin melihat artikel atau buku dihasilkan. Ini semua menujukkan kalau setiap aktifitas memiliki tujuan.
Tujuan dibuat berdasarkan visi masa depan. Pemikiran manusia itu memiliki kemampuan membayangkan masa depan. Sebuah bayangan tentang apa yang ingin diraih disebut visi. Bayangan ini akhirnya ditetapkan menjadi tujuan yang ingin diraih. Membayangkan kelulusan, penerbitan buku, pohon yang berbuah, gedung yang terbangun, semua adalah visi yang diserap menjadi tujuan yang ingin dicapai.
Untuk mencapai tujuan dibutuhkan outline atau kerangka untuk membentuknya. Sesuatu tidak terjadi dengan seketika. Ada proses yang dilaluinya. Tujuanpun demikian. Dia didekati dengan tahapan tahapan untuk mencapainya. Inilah peran outline atau kerangka. Semisalkan mengambil contoh artikel, maka kita bisa melihat bagian bagian dari artikel, lebih detil ke sub-bagian nya sampai pada ide ide kalimat utamanya. Itulah outline, kerangka. Cukup detil untuk membantu membayangkan apa yang dituju oleh pembuatnya.
Kerangka ini memberikan pedoman tentang apa yang dikerjakan dalam tahapan yang lebih detil. Inilah fungsinya dari kerangka. Dengan melihatnya, pelaksananya akan memiliki referensi yang jelas apa saja yang harus dibuat atau diwujudkan secara detil sehingga terbentuklah hasil akhir tujuan yang ingin dicapai. Tanpa pedoman, apa yang diwujudkan atau dibuat tentu menjadi subjektif, suka suka pembuatnya.
Sehingga aktifitas mencapai tujuan adalah tentang kegiatan mengisi ruang ruang antar kerangka. Kita menulis, kita melaksanakan, kita membangun, kita beraktifitas dengan satuan satuan dalam ruang di dalam kerangka. Sehingga bila terpenuhi semua kerangka, tercapailah apa tujuan kita sesuai dengan kerangka yang direncanakan.